Jumat, 26 Agustus 2016

10 Keromantisan Rasulullah Swt bersama Istri

10 Keromantisan Rasulullah swt 

Bersama Istri


Hasil gambar untuk pasangan muslim di surga tumblr
     Jika romantis itu identik dengan memberikan hadiah kepada pasangan, membahagiakan 
hati pasangan, serta bergembira dan bermesraan bersama pasangan, 
maka sesungguhnya sejak 14 abad yang lalu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam 
telah memberikan banyak contoh romantis bagi kita dalam potret kehidupan 
rumah tangga beliau bersama istri-istrinya. Jauh sebelum Wiliam Shakespere 
sempat menulis cerita romantis Romeo dan Juliet.

Kemesraan dan keromantisan seorang muslim itu akan tampak tulus dan ikhlas serta nikmat 
apabila pasangan ini sejak sebelum nikahnya mereka menjauhi yang namanya Pacaran
Sehingga semakin menambahnya nikmat kemesraan dan keromantisan.

Sesosok Rasul SAW, kita ketahui beliau orang yang tegas, serius, dan sibuk akan dakwahnya. 
Ternyata beliaulah yang meletakkan asas rumah tangga yang romantis sesuai dengan 
acuan Islami. Di medan perang beliau adalah seorang jenderal profesional yang menguasai 
taktik dan strategi bertempur. Di tengah masyarakat, beliau adalah teman, sahabat, guru, 
dan sosok pemimpin yang menyenangkan. Di rumah, beliau adalah seorang kepala 
rumah tangga yang bisa mendatangkan rasa aman, kasih sayang, sekaligus kebahagiaan.

Rasulullah Sahallahu ‘Alaihi Wassallam dinobatkan oleh Allah sebagai suri tauladan.

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيراً

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu 
(yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) 
hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”. 
(QS: Al Ahzab [33] : 21).

Lihat saja bagaimana Aisyah ra. terharu saat ditanya tentang kenangannya bersama 
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam yang paling mengagumkan. Istri kesayangan 
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam itu menjawab dengan penghayatan 
yang begitu dalam : 
    Kaana kullu amrihi ‘ajaba (Semua tentangnya menakjubkan !).

Seolah-olah Aisyah Ra berbalik bertanya : “ Manakah dari pribadi beliau yang tidak 
mengagumkan ? “. Begitu romantisnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam
hingga Aisyah tidak bisa melukiskannya dengan kata-kata selain menakjubkan.!

1. Mencium Kening Istrinya Saat Hendak Bepergian
      Di antara sisi romantis Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam, beliau mencium
istrinya sebelum keluar untuk shalat. Dari 'Aisyah Radhiallaahu 'anha,
Bahwa Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam mencium sebagian istrinya kemudian 
keluar menunaikan shalat tanpa berwudhu dahulu.” (HR Ahmad).

2. Mengendong Aisyah
Aisyah ra ingat persis ketika Rasulullah saw menggendongnya mesra melihat
orang-orang Habsyi bermain-main di pekarangan masjid hingga ia merasa bosan.

3. Bermain dengan Aisyah
Di hari lainnya, suaminya tercinta itu malah mengajaknya berlomba lari dan mencuri
kemenangan atasnya saat badannya bertambah subur. 

4. Bermanja, Ketika Aisyah Marah
Nabi saw biasa memijit-menjepit hidung ‘Aisyah jika ia marah dan beliau berkata,
 Wahai ‘Aisya, bacalah do’a: “Wahai Tuhanku, Tuhan Muhammad, 
ampunilah dosa-dosaku, hilangkanlah kekerasan hatiku, 
dan lindungilah diriku dari fitnah yang menyesatkan".
(HR. Ibnu Sunni). Siapa yang berani lakuin ni tips. Kalau istrinya lagi marah, coba deh 
di jepit hidungnya dengan manja dan penuh kasih pasti deh marahnya hilang.


5. Panggilan Kesayangan
Aisyah ra juga takkan lupa saat Rasulullah saw memanggilnya dengan panggilan 
kesayangan “Humaira” (yang pipinya kemerah-merahan). Sebuah panggilan
yang benar-benar mampu membuat pipi Aisyah bersemu merah jambu.
Malu dan salah tingkah. Sementara di dalam rumah, potret romantis
Aisyah bersama Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam lebih menakjubkan.
Mereka makan sepiring berdua, tidur satu selimut berdua, bahkan hingga
mandi satu bejana ! Bayangkan, adakah yang lebih romantis dari tiga hal tersebut?

6. Makan Sepiring Berdua
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam juga suka memakan dan meminum
berdua dari piring dan gelas istri-istrinya tanpa merasa risih atau jijik.

Dari ‘Aisyah RA, ia berkata: “Saya dahulu biasa makan his (sejenis bubur) 
bersama Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassalam .“ (HR. Bukhori dalam Adabul Mufrod)

Dari Aisyah Ra, ia berkata:Aku biasa minum dari gelas yang sama ketika haidh, 
lalu Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassalam mengambil gelas tersebut dan meletakkan
 mulutnya di tempat aku meletakkan mulut, lalu beliau minum.” 
(HR Abdurrozaq dan Said bin Manshur, dan riwayat lain yang senada dari Muslim.)

Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah minum di gelas yang digunakan ‘Aisyah.
Beliau juga pernah makan daging yang pernah digigit ‘Aisyah.(HR Muslim No. 300)

7. Bercanda dengan Menlemuri Wajah dengan Kue
Yang unik lagi misalnya, jika Anda pernah melihat film-film barat, maka ada sebuah
kebiasaan aneh saat pesta , yaitu melumuri atau melempar wajah temannya dengan
kue-kue yang ada. Kemudian mereka saling membalas. Ternyata, uswah kita tercinta
shallallahu alaiahi wa salam pernah melakukannya dengan dua istrinya ;
Aisyah ra dan Saudah ra. Mereka berdua asyik bercanda, saling membalas melumuri 
wajah madunya dengan sebuah makanan sejenis jenang.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam tidak hanya tersenyum simpul,
bahkan juga ikut menyemangati kedua istrinya . Berani mencoba ?

8. Menemani Istri
Dari ‘Aisyah, ia mengatakan, "beliau (Nabi) adalah orang yang paling lembut 
dan banyak menemani istrinya yang sedang mengadu atau sakit".
(HR Bukhari No 4750, HR Muslim No 2770)

9. Mandi dan Bercanda Bersama
Meskipun beliau sebagai seorang pemimpin yang super sibuk mengurus ummat,
namun beliau tidak lupa untuk menjalin kemesraan dengan istri-istrinya.
Beliau tak segan-segan untuk mandi bersama dengan istri beliau.

Dalam sebuah riwayat, mandi bersama dengan Siti ‘Aisyah radhiyallahu anha
dalam satu kamar mandi dengan bak yang sama.

Dari 'Aisyah radhiallahu ‘anha, ia berkata“Aku pernah mandi dari jinabat bersama 
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam dengan satu tempat air, 
tangan kami selalu bergantian mengambil air.” (HR Mutafaqun ‘alaih).

Dalam riwayat Ibnu Hibban menambahkan, “Dan tangan kami bersentuhan”.

Rasulullah mengajarkan kepada kita, mandi bersama istri bukanlah suatu
hal yang tercela. Jika hal ini dianggap tercela, tentulah beliau
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tidak akan melakukannya.

Rasulullah juga sangat mengerti perasaan istri-istrinya dan tau cara
menyenangkan dan memberi kasih sayang. Rasulullah,
sering tidur di pangkuan Siti ‘Aisyah, meski istrinya sedang haids.

10, Keromantisan dan Kelembutan
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam adalah seorang lelaki
sebagaimana lelaki lainnya, namun bagi para ummahatul mukminin ,
beliau bukan sekedar suami yang biasa. Beliau adalah suami yang
romantis dengan segenap arti yang bisa diwakili oleh kata romantis.
Diriwayatkan dari Umarah, ia berkata : Saya bertanya kepada Aisyah ra : 
“ Bagaimana keadaan Rasulullah bila berduaan dengan isri-istrinya ? 
“ Jawabnya : “ Dia adalah seorang lelaki seperti lelaki yang lainnya. 
Tetapi bedanya beliau seorang yang paling mulia, paling lemah lembut, 
serta senang tertawa dan tersenyum “ (HR Ibnu Asakir & Ishaq ).

Jika merasa belum lengkap dengan contoh nyata dari kehidupan rumah
tangga beliau, maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam telah
menegaskan secara khusus pada umatnya untuk berlaku romantis
pada pasangannya. Beliau bersabda :“Sesungguhnya orang yang terbaik 
di antara kamu adalah yang paling baik terhadap istrinya. 
Dan aku adalah yang terbaik pada istri dari kamu sekalian “. 
(HR Tirmidzi & Ibnu Hibban) 

Tidak tanggung-tanggung, bahkan Al-Quran juga telah mengisyaratkan
hal yang senada : “ Dan bergaullah dengan mereka (istri-istrimu) secara patut. 
Kemudian jika kamu tidak menyukai mereka, maka (bersabarlah) 
karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah 
menjadikan padanya kebaikan yang banyak “ ( QS An-Nisa :41 )

Syarat untuk menjadi terbaik, harus berbuat baik terlebih dahulu kepada istri.
 Berbuat baik itu luas dan banyak peluangnya. Dari yang sekedar tersenyum,
meremas jari tangan, bahkan hingga merawat pasangan kita saat
sakit sekalipun. Subhanallah, bermesraan dengan istri itu membahagiakan
hati dan menghapus segala gundah. Dan ternyata bukan itu saja,
Islam juga menjadikan kebaikan, kemesraan, dan romantisnya seseorang
terhadap pasangannya sebagai ladang pahala, bahkan kunci surga di akhirat
kelak. Apakah maksud kunci surga itu ? Semoga dua hadist di bawah ini
cukup bisa memberi jawaban bagi kita.

Dari Hushain bin Muhshan bahwa bibinya datang kepada Nabi Shallallahu
‘Alaihi Wassalam, lalu beliau bertanya kepadanya, “ Apakah engkau mempunyai 
suami ? Dia menjawab ;”Punya”, Beliau bertanya lagi: ”Bagaimana 
sikapmu terhadapnya ? “ Dia menjawab, “ aku tidak menghiraukannya, 
kecuali jika aku tidak mampu “. Maka beliau bersabda : 
“ Bagaimanapun engkau bersikap begitu kepadanya ? Sesunggguhnya dia adalah 
surga dan nerakamu) (HR Ahmad)
Juga diriwayatkan dari Ummu Salamah bahwa Rasulullah bersabda
“Siapapun wanita yang meninggal dunia sedangkan suaminya dalam 
keadaan ridha kepadanya, maka ia masuk surga  (HR. Hakim & Tirmidzi)

Ternyata, istri bisa masuk surga karena suami, begitu pula sebaliknya.
Kalau masuk neraka ? Wal iyyadzh billah. Walhasil, seharusnya visi
awal sebuah pernikahan adalah bagaimana menjadikan pasangan
kita salah satu kunci-kunci surga bagi kita. Karena masuk surga itu penting,
tapi lebih penting lagi masuk surga rame-rame dengan orang-orang yang
kita cintai dan mencintai kita. Apakah bisa disebut bahagia jika kita
menyaksikan orang-orang yang kita cintai dalam keadaan menderita ?
Tidak sekali-sekali tidak. Wallahu'alam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Untukmu